Halalkah Akar Bajakah Menurut Islam ?

Terakhir diperbarui pada 29 Desember, 2022

Akar bajakah adalah tanaman yang sering digunakan sebagai obat tradisional dalam pengobatan berbagai penyakit. Akar bajakah bahkan sudah dianggap memiliki manfaat yang luas bagi kesehatan. Bagaimanakah akar bajakah menurut Islam? Bolehkah mengkonsumsinya?

Akar Bajakah Menurut Islam

Mendekatkan diri kepada Allah merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Selain menjalankan ibadah yang wajib dan sunnah, mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal juga merupakan suatu kewajiban. Dalam agama Islam, kita dianjurkan untuk menghindari makanan dan minuman yang diharamkan oleh Allah. Apabila kita memenuhi kewajiban ini, maka ridho Allah akan mudah didapatkan.

Sebaliknya, jika kita masih terus menerus mengkonsumsi yang haram, walaupun kita taat dalam ibadah, usaha tersebut akan sia-sia. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja makanan dan minuman yang halal dan haram dalam Islam. Termasuk juga memahami hukum mengkonsumsi akar bajakah menurut Islam, agar kita selalu memperoleh ridho dari Allah.

Pengertian Makanan dan Minuman

Pengertian Makanan

Makan merujuk pada aktivitas memasukkan sesuatu ke dalam tubuh melalui mulut, sementara makanan merupakan apa saja yang boleh dimakan. Dalam bahasa Arab, kata makanan berasal dari kata ‘al-tha’am’ dan jamaknya ‘al-atimah’ yang artinya makan makanan.

Menurut ensiklopedi hukum Islam, makanan adalah segala sesuatu yang boleh dimakan oleh manusia atau yang dapat menghilangkan lapar. Menurut istilah, makanan merujuk pada apa saja yang dimakan oleh manusia, termasuk makanan pokok dan yang lainnya.

Dalam Al-Qur’an, kata ‘tha’am’ digunakan secara umum untuk menunjukkan segala sesuatu yang dapat dimakan, baik yang berasal dari darat, laut, atau yang tidak diketahui hakikatnya. Dengan demikian, kata ‘al-tha’am’ makanan mencakup segala jenis makanan dan minuman yang dapat dicicipi. Menurut Al-Qur’an, ada makanan yang halal dan ada yang haram.

Pengertian Minuman

Mengonsumsi sesuatu secara cair melalui mulut disebut minum, sementara minuman adalah segala sesuatu yang boleh dikonsumsi dengan cara tersebut. Dalam bahasa Arab, kata minuman berasal dari kata ‘al-asyribah’ dan jamaknya ‘al-syarb’ yang artinya minum minuman.

Menurut ensiklopedi hukum Islam, minuman adalah air atau zat cair yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Secara terminologi, kata ‘syarab’ merujuk pada sesuatu yang dikonsumsi secara cair, baik itu air biasa atau air yang telah melalui proses pengolahan sehingga memiliki warna dan rasa yang berbeda.

Kata ‘syarab’ dalam Al Quran digunakan untuk menunjukkan minuman yang ada di dunia maupun minuman yang ada diakhirat. Kesimpulannya, kata ‘syarab’ atau ‘minuman’ merujuk pada sesuatu yang dapat dikonsumsi secara cair, tidak peduli di dunia atau di akhirat.

Hukum Asal Makanan dan Minuman

Secara umum, hukum asal dari makanan yang berasal dari hewan maupun tumbuhan adalah halal. Dengan demikian, selama tidak ada alasan yang dilarang oleh agama, maka makanan tersebut dapat dikonsumsi oleh umat Islam.

Hal ini berlandaskan firman Allah berikut :

قُلْ مَنْ حَرَّ مَ زِ ینَةَ َّ ِ الَّتِي أَخْرَ جَ لِعِبَادِهِ وَ الطَّیِّبَاتِ مِنَ الرِّ زْ قِ ۚ قُلْ ھِيَ لِلَّذِینَ آمَنُوا فِي الْحَیَاةِ الدُّنْیَا خَالِصَةً یَوْ مَ
الْقِیَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّ لُ الآْ یَاتِ لِقَوْ مٍ یَعْلَمُونَ

Artinya : Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik ? Katakanlah, “Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari kiamat. Demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui. ”
(QS. Al-Araf ayat 32)

Ulama Imam Syafii juga menyatakan bahwa hukum asal dari makanan dan minuman adalah halal, kecuali apa yang dilarang oleh Allah dalam Al-Qur’an atau yang diharamkan oleh Rasulullah. Menurut Imam Syafii, apa yang diharamkan oleh Rasulullah sama saja dengan pengharaman yang datang dari Allah.

Penyebab Makanan dan Minuman Menjadi Haram

Menurut Syekh Abu Malik Kamal Bin As-Sayyid Salim dalam kitabnya Shahih Fiqih Sunnah, ada lima sebab makanan dan minuman menjadi haram menurut agama Islam. Kelima sebab tersebut adalah :

  • Menyebabkan kerusakan pada tubuh dan akal seseorang.
  • Dapat menyebabkan kecanduan dan merusak kemampuan berpikir seseorang, serta menghilangkan kesadaran seperti yang terjadi pada khamar dan narkoba.
  • Mengandung bahan yang tercemar najis atau dzat asalnya yang najis
  • Menimbulkan rasa jijik bagi kebanyakan orang yang masih memiliki fitrah yang sehat.
  • Dilarang oleh agama karena merupakan milik orang lain tanpa seizin pemiliknya.

Sunnah Dalam Hal Makanan dan Minuman

Sebagai muslim yang baik, sudah barang tentu kita harus selalu mencontoh Rasululullah dalam segala hal, bahkan dalam urusan makan dan minum. Beberapa sunnah makan dan minum adalah sebagai berikut :

  • Memakan dan meminum yang halal
  • Membaca doa sebelum makan dan minum, minimal membaca Basmallah
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
  • Mengambil Makanan dan Minuman dengan Tangan Kanan.
  • Duduk ketika makan dan minum
  • Tidak mencela makanan
  • Tidak membuang makanan atau mubadzir
  • Bersyukur kepada Allah selesai makan dan minum

Sikap Muslim Ketika Dilanda Sakit

muslimah sakit minum bajakah

Ketika seorang muslim diberi ujian berupa sakit, Rasulullah SAW mengajarkan kita selalu bersikap optimis dan menjauhkan diri dari sikap mengeluh atau bahkan mencaci maki penyakit yang kita derita. Karena tentu selalu ada hikmah dibalik setiap musibah dan penyakit yang dialami oleh seseorang..

Kewajiban Muslim Yang Sakit

Terkena penyakit merupakan salah satu takdir yang berasal dari Allah. Takdir sendiri merupakan salah satu rukun iman yang harus kita yakini. Dalam menghadapi takdir tersebut kita harus selalu bersikap sabar, sebagaimana perintah Allah dalam firman-Nya berikut :

فَٱصْبِرْ ۖ إِنَّ ٱلْعَٰقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

“Maka bersabarlah; Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa” 
(Q.S. Hud: 49)

Setelah bersabar, seorang muslim juga seyogyanya mempunyai sikap hushudzon dan terus berusaha melalui doa dan ikhtiar.

Selalu berbaik sangka kepada Allah

Karena dalam setiap sakit, apalagi cuma sakit demam, maka sakit tersebut dapat menjauhkan kita dari api neraka. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ :

“Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dan api neraka.”
(HR al-Bazzar)

Kemudian kebaikan lainnya dari sakit yang dialami oleh seorang muslim adalah dihapuskan dosa-dosanya oleh Allah. Rasululullah ﷺ bersabda :

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.”
(HR Muslim)

Terus Bertahan Hidup Dengan Ikhtiar

Sakit tak seharusnya membuat seseorang merasa ingin meninggalkan hidup yang pasti akan diakhiri suatu saat nanti. Seorang muslim harus bersikap kuat dan tidak loyo meskipun sakit yang dialami benar-benar tak tertahankan. Justru ketika sakit, seorang muslim harus berusaha mencari cara untuk sembuh, baik melalui pengobatan atau berdoa. Jika merasa tak mungkin disembuhkan lagi, itu artinya meragukan kekuasaan Allah Subhanawata’ala.

    Rekomendasi :
    70++ Jenis Kayu Bajakah, Jangan Sampai Salah Pilih
    13 Khasiat Akar Bajakah Untuk Kesehatan
    Promo Diskon 50% Akar Bajakah Asli
    Begini warna air rebusan bajakah
    Manfaat Kayu bajakah untuk diabetes
    Manfaat akar kuning untuk kesehatan
    Efek Samping Kayu Bajakah

    Hukum Meminum Air Rebusan Akar Bajakah

    Terkait dengan akar kayu bajakah yang saat ini tengah viral sebagai sarana pengobatan, Islam juga telah mengaturnya sedemikian rupa. Sebagai seorang muslim, maka wajib hukumnya untuk mengetahui hukum halal haram dari semua yang masuk kedalam mulutnya.

    Hukum Akar Bajakah Menurut Islam

    Sebagaimana hukum makanan dan minuman lainnya, maka hukum akar bajakah menurut Islam adalah halal atau boleh. Selama tidak ada sebab-sebab yang mengharamkannya seperti yang telah kami jelaskan diatas.

    Kandungan pada akar kayu bajakah telah banyak diteliti dan hasilnya adalah tidak ada zat yang mengandung menyebabkan kecanduan ataupun zat-zat yang bersifat memabukkan. Kemudian yang perlu juga diperhatikan adalah cara memperolehnya, apakah sudah sesuai dengan syariat atau tidak. Misalnya ketika menebang, apakah sudah minta ijin pada pemilik hutan atau belum, karena jika tidak minta izin maka hukum adalah haram.

    Tips agar terlepas dari keharaman tersebut adalah dengan membeli akar kayu bajakah dari penjual bajakah yang terpercaya.

    Cara Konsumsi Air Bajakah Sesuai Dengan Syariat

    Cara Minum Bajakah Sesuai Syariat

    Agar konsumsi bajakah menjadi lebih berkah dan bernilai pahala, hendaknya seorang muslim melakukan cara-cara dan sunnah ketikan makan dan minum. Caranya adalah :

    • Olah kayu bajakah dengan benar. Cara lengkapnya ada disini
    • Sebelum minum, niat dan berdoa kepada Allah yang Maha Menyembuhkan
    • Niatkan sebagai sarana ikhtiar untuk kesembuhan, untuk hasilnya kita bertawakkal kepada Allah
    • Minum dalam keadaan duduk
    • Tidak membuang air rebusan bajakah

    Selain dengan ikhtiar mengkonsumsi akar bajakah, ada baiknya juga jika dibarengi dengan konsultasi ke dokter agar bisa mengetahui secara pasti jenis penyakit yang diderita. Sehingga, pengobatan yang dilakukan menjadi maksimal.

    Selain itu, hendaklah seorang muslim untuk terus memperbaiki kualitas diri dan terus memohon terutama di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam yang terakhir. Insya Allah, dengan izin Allah kesembuhan akan segera terwujud.

    Demikianlah pembahasan akar bajakah menurut Islam, Semoga bermanfaat !