Mengenal Lebih Jauh Bajakah Kalalawit

Penemun terbaru oleh tiga siswa asal SMA Negeri Palangkaraya, Kalimantan Tengah tentang bajakah kalalawit telah memperoleh sambutan positif oleh berbagai kalangan dimasyarakat Indonesia.  Adalah Aysa Aurealya Maharani, Anggina Rafitri dan Yazid yang berhasil menemukan kayu bajakah sebagai penyembuh kanker. Ketiganya sukses menyabet medali emas pada event World Invention Creativity (WICO) di Seoul, Korea Selatan.

Nama latin dari kayu bajakah kalalawit ini  adalah Uncaria Gambir Roxb.  Bajakah kalalawit mempunyai kandungan phenol dan antibacterial. Serta banyak mengandung katekin yang berguna untuk mencegah penyakit jantung, mengurangi obesitas serta  membantu dalam proses pembentukan kolagen. Senyawa catechin dalam gambir juga dipercaya bisa mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

Hasil uji laboratorium menunjukan bahwa didalam batang bajakah terdapat banyak zat yang bisa membunuh sel kanker. Di antara zat tersebut adalah stereoid, fenolik, alkonoid, tannin, terpennin, saponin dan flavonoid.  Zat – zat ini diketaui mampu membunuh sel kanker dan tumor.
Peneliti dari Universitas Lambung Mangkurat menambahkan, tumbuhan ajakah juga mengandung senyawa fitokimia yang berfungsi untuk  anti-kanker. Senyawa fitokimia tersebut yaitu flavonoid , tannin dan senyawa itokomia lain seperti steroid dan alkonoid.
Senyawa fitokimia juga disebut sebagau fitonutrien yaiut suatu komponen yang tugasnya memberi warna, rasa, dan aroma dari suatu jenis makanan.  Fitonutrien bermanfaat untuk  membantu mengurangi risiko penyakit dan membantu proses metabolisme tubuh secara maksimal.  Manfaat kayu bajakah  yaitu :
  • Sebagai antioksidan
  • Memaksimalkan kerja sistem imun
  • Membantu mencukupi kebutuhan vitamin
  • Membunuh sel kanker
  • Perbaikan struktur DNA yang rusak dikarenakan radikal bebas
  • Detoksifikasi karsinogen didalam tubuh

Penemuan bajakah ini juga menyebabkan Pemprov Kalimantan Tengah menjadi makin bersemangat untuk melakukan pembangunan di bidang kesehatan.  Bukan tidak mungkin, dalam beberapa tahun kedepan akan berdiri sebuah rumah sakit khusus kanker di kota Palangkaraya.

Keinginan ini adalah suatu harapan dari Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Menurut Sugianto, keberhasilan penemuan bajakah ini harus segera dilakukan penelitian lebih lanjut. Agar bisa diketahui dengan pasti serta  meyakinkan sesuai dengan kaidah medis dan berstandar internasional.  Dan juga supaya  tanaman bajakah grade nya naik dari semula jamu herbal menjadi obat yang berstandar medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *