fbpx
nasib kayu bajakah

Nasib Kayu Bajakah, Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal

Nasib Kayu Bajakah Diujung Tanduk

Boomingnya penjualan bajakah keberbagai pelosok negeri hingga ke mancanegara telah membuat resah sebagian kalangan, terutama dari para pejabat daerah dan aktivis lingkungan. Akankah nasib kayu bajakah menjadi punah dan terlupakan?

Bermula dari suksesnya tiga orang siswa dari Sekolah Menengah Atas di kota Palangkaraya. Mereka berhasil memenangkan kejuaraan nasional dan internasional dalam ajang World Invention Creativity Olympic di Seoul, Korea Selatan.

Mereka sukses menemukan manfaat kayu bajakah untuk kesehatan, khususnya untuk penyembuhan penyakit kanker. Penelitian mereka pun didukung oleh fakta yang valid, dibuktikan dengan hasil uji di laboratorium Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan selatan. Tanaman ini terbukti banyak mengandung zat anti kanker dan antioksidan.

Seakan bak meteor yang melaju kencang, berita inipun menyebar luar hingga kepelosok negeri bahkan hingga keluar negeri. Masyarakat beramai-ramai mencari tanaman berkhasiat ini. Pedagang-pedagang pun banyak yang mencoba peruntungan dengan cara menjual kayu bajakah ini melalui berbagai tempat dan media.

Penjualan kayu bajakah pun melonjak drastis. Diawal – awal kemunculannya bahkan sempat ditawarkan hingga jutaan rupiah perkilogramnya.

Catatan dari kurir logistik yang ada di kota Palangkaraya saja, tercatat peredaran kayu bajakah keluar daerah mencapai hingga 1 ton perhari. Angka ini belum termasuk angka peredaran di provinsi lain seperti Kalsel, Kalbar, Kaltim dan Kaltara.

Populasinya Semakin Sedikit

Ditengah ramainya peredaran kayu bajakah, beberapa kalangan menyampaikan keprihatinannya terhadap eksistensi dari pohon bajakah ini. Salah satunya adalah Islamiah, yaitu ibunda dari Yazid salah satu dari siswa penemu khasiat akar bajakah ini.

Beliau menceritakan, semenjak berita penemuan ini viral, banyak kenalan, teman dan kerabat yang berdatangan kerumahnya untuk meminta kayu bajakah untuk dijadikan pengobatan. Kalau dulu ia sering bisa memberi , namun sekarang tidak lagi, karena persediaan sudah habis. Sedangkan untuk mencari kedalam hutan juga sudah mulai susah, karena perburuan yang begitu masif.

Perlunya Aturan Yang Tegas Agar Nasib Kayu Bajakah Tidak Punah

Pemerintah rupanya tidak tinggal diam. Aturan mengenai peredaran kayu bajakah keluar daerah sempat dikeluarkan oleh Pemprov Kalimantan Tengah. Disusul dengan pembatasan pengiriman kayu bajakah oleh Pemprov Kalimantan Selatan. Pengiriman bajakah keluar dari wilayah Kalimantan Selatan melalui kargo udara diijinkan dengan aturan maksimum 2 kg untuk 1 tujuan dalam 1 tahun.

Namun, jika melihat peredaran bajakah yang grafiknya masih naik dan belum stabil, agaknya peraturan-peraturan tersebut perlu ditinjau kembali. Jalur jalur tikus di sepanjang garis pantai pulau Kalimantan menjadi tempat yang subur jika ingin mengirimkan kayu bajakah keluar daerah.

Tinggalkan komentar