Efektifkah Aturan Kayu Bajakah Dilarang Keluar Kalimantan ?

Melihat fenomena kayu bajakah saat ini, pemerintah setempat akhirnya mengeluarkan edaran kayu bajakah dilarang keluar Kalimantan. Namun beberapa pihak mempertanyakan keefektifannya, mengingat semakin banyaknya penjual – penjual bajakah yang muncul.

Sebagaimana kita ketahui, peredaran kayu bajakah sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup populasi tanaman tersebut. Beberapa titik hutan di sekitaran kota Palangkaraya dikabarkan sudah susah untuk mencari tumbuhan ini.

Eksploitasi besar-besaran telah terjadi. Peredaran tanaman ini tercatat tidak kurang dari 1 ton perhari, untuk wilayah Kalimantan Tengah saja. Sungguh sebuah angka yang menakutkan bagi para pecinta lingkungan hidup.

Upaya untuk menekan peredaran ini pun telah dilakukan oleh pemerintah disemua provinsi di pulau kalimantan. Diantaranya adalah dengan mensyaratkan wajib diperiksa di balai karantina tanaman dan tumbuhan di wilayah setempat. Sebelum diperiksa maka kayu bajakah tidak diperbolehkan dikirim melalui kargo udara.

Namun upaya ini tampaknya tidak bisa membendung jumlah bajakah yang keluar dari pulau kalimantan. Cara ini malah justru menambah keyakinan para pembeli yang menganggap bahwa  jika bajakah sudah bisa keluar kalimantan maka bajakah tersebut adalah legal secara hukum.

Kayu Bajakah Dilarang Keluar Kalimantan

Menyikapi hal tersebut, akhirnya pemerintah provinsi Kalimantan Tengah pun mengeluarkan edaran larangan kayu bajakah keluar dari Kalimantan Tengah.

Dengan adanya surat edaran ini mengakibatkan tertumpuknya ratusan kilogram paket bajakah dibeberapa gudang jasa kurir. Ratusan paket tersebut sedianya akan dikirim keluar daerah, namun dengan adanya pelarangan tersebut pihak jasa kurir akhirnya meretur kembali ke pengirim paket-paket tersebut.

Sejalan dengan pemprov kalimantan tengah, pemerintah provinsi kalimantan selatan juga menerbitkan aturan mengenai peredaran kayu bajakah ini.  Pemprov Kalimantan selatan mengeluarkan aturan pengiriman kayu bajakah melalui udara adalah maksimal sebanyak 2 kilogram untuk satu tujuan dalam 1 tahun.

Efektifkah aturan  tersebut? 

Dimasa – masa awal terbitnya aturan kayu bajakah dilarang keluar kalimantan, memang berdampak pada volume peredaran yang menurun drastis, ujar salah seorang staff jasa kurir di Banjarmasin, Kalimantan selatan.

Namun kini, seperti tak kehilangan akal, para penjual kayu bajakah ini memanfaatkan celah – celah yang ada. Diantaranya yaitu melalui jalur laut. Salah seorang kenalan kami pernah bercerita, bahwa dia sering menitipkan berkilo-kilo  akar bajakah kepada para awak kapat tugboat yang sedang bersandar di jetty atau pelabuhan batubara. Tugboat-tugboat ini rata-rata berlayar untuk menarik tongkang batubara menuju berbagai pulau di Indonesia, utamanya pulau Jawa.

Mengingat kalimantan terkenal dengan sumber daya alam batubaranya, maka ada ratusan jetty yang tersebar di sepanjang garis pantai pulau ini.

Itu baru satu celah, kami mencatat setidak ada 10 celah yang bisa dimanfaatkan untuk mensiasati aturan tersebut diatas.

Sebagai warga asli kalimantan, tentu saja kami turut prihatin dengan fenomena ini. Kamipun berusaha untuk selalu mentaati peraturan yang berlaku demi terjaganya eksistensi tumbuhan bajakah ini. Agar manfaat kayu bajakah ini, tetap bisa dirasakan oleh semua generasi yang akan datang.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *